Bisnis
bank kerakyatan kalau dipelajari dan ditekuni secara jujur serta
bertahap akan menjadikan Bank itu tumbuh besar. Ini terbukti dengan
sebuah bank kerakyatan di kecamatan Sungai Rumbai, Kabupaten
Dharmasraya, Sumatera Barat.
Bank
kerakyatan, PT.BPR LPN Sungai Rumbai yang dulu nasabahnya cukup kecil,
tapi sekarang nasabahnya amat banyak dan memperoleh beberapa penghargaan
atas prestasi bank tersebut, baik tingkat propinsi maupun nasional.
Demikian
disampaikan Direktur PT. BPR LPN Sungai Rumbai, Parman di ruang
kerjanya, hari ini. Ia menyebutkan, berdirinya BPR atau dulunya bernama
LPN Sungai Rumbai, kemudian menjadi PT Bank Perkreditan Rakyat-LPN
Sungai Rumbai, tumbuh dan berkembang di Nagari Sungai Rumbai.
Pada
awal berdirinya adalah sebuah lembaga keuangan yang aktivitasnya hanya
terbatas untuk anggotanya, dimana lembaga ini disebut Lumbung Pitih
Nagari (LPN), dan untuk pertama berdiri beranggotakan 40 orang dengan
uang pangkal Rp25.000 hingga Rp1 juta.
"Tujuan
kami mendirikan PT. Bank Perkreditan Rakyat Lumbung Pitih Nagari (BPR
LPN) Sungai Rumbai ini adalah menerima simpanan uang dari masyarakat
yang salah satunya dalam bentuk tabungan masyarakat desa (tamasa). Jadi
jelaslah bahwa tabungan dapat dikatakan mempunyai peranan sangat penting
sebagai sumber dana dalam melaksanakan pembangunan di daerah ini,"
ujarnya.
Pendirian
LPN diperkuat izin Bupati Kabupaten Sawahlunto Sijunjung yang masih
kabupaten induk dulunya dengan Keputusan No.10 tanggal 08 Agustus 1988.
Kami
juga mengembangkan dalam usaha kerakyatan diantaranya sektor pertanian
dan perkebunan serta industri. Kemudian sesuai perkembangannya yang
semakin meningkat pada tahun 1990 lalu, status LPN ditingkatkan menjadi
BPR gaya lama dengan nama BPR LPN Sungai Rumbai sesuai surat izin
operasional dari Menteri Keuangan No.Kep. 486/KM.13/1990 tanggal 13
Oktober 1990.
Dengan
berubahnya status BPR menjadi Perseroan Terbatas ini, maka terjadi
beberapa perubahan dimana sebelumnya hanya melayani anggotanya saja,
telah tumbuh dan berkembang sebagaimana layaknya lembaga keuangan lain
yang pelayanan usahanya mencakup usaha perbankan. Pada awalnya bermodalkan Rp1 juta, tapi sekarang mencapai sekitar Rp62 milyar dengan nasabah 36.000 orang lebih.
Kegiatan
BPR meliputi menghimpun dana berupa simpanan tabungan, simpanan
deposito, dan memberikan dana kredit modal kerja, dan kredit investasi
dengan tujuan membantu masyarakat golongan ekonomi lemah untuk dapat
mengembangkan usahanya.
Dalam
pelaksanaannya Bank harus memperhatikan dua kepentingan, yakni
kepentingan nasabah yang butuh modal usaha, dan kepentingan Bank akan
keuntungan dari kredit yang diberikan kepada nasabah PT. BPR LPN Sungai
Rumbai, ucap Parman.
Kami
juga mengelola kelompok Pertanian dan Perkebunan atau Usaha Kecil
Menengah (UKM) dalam binaan PT. BPR LPN Sungai Rumbai yang memiliki
34.000 UKM.
Apa
yang belum diperbuat orang kami telah melakukannya. Contohnya, kami
dengan kelompok petani sawit di bawah binaan PT.BPR LPN Sungai Rumbai.
Kami membantu kelompok tani dengan membeli Tandan Buah Sawit (TBS)
dengan harga paling bawah Rp1000.
"Dengan
ada Harga Dasar Tandan Buah Sawit (HDTBS) akan mengangkat ekonomi
petani sawit yang berada di bawah binaan PT.BPR LPN Sungai Rumbai ini,"
pungkas Parman.
-0000.jpg)