Jumat, 29 November 2013

Bisnis bank kerakyatan kalau dipelajari dan ditekuni  secara jujur serta bertahap akan menjadikan Bank itu tumbuh besar. Ini terbukti dengan sebuah bank kerakyatan di kecamatan Sungai Rumbai, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.   


Bank kerakyatan, PT.BPR LPN Sungai Rumbai yang dulu nasabahnya cukup kecil, tapi sekarang nasabahnya amat banyak dan memperoleh beberapa penghargaan atas prestasi bank tersebut, baik tingkat propinsi maupun nasional.

Demikian disampaikan Direktur PT. BPR LPN Sungai Rumbai, Parman di ruang kerjanya, hari ini. Ia menyebutkan, berdirinya BPR atau dulunya bernama LPN Sungai Rumbai, kemudian menjadi PT Bank Perkreditan Rakyat-LPN Sungai Rumbai, tumbuh dan berkembang di Nagari Sungai Rumbai.

Pada awal berdirinya adalah sebuah lembaga keuangan yang aktivitasnya hanya terbatas untuk anggotanya, dimana lembaga ini disebut Lumbung Pitih Nagari (LPN), dan untuk pertama berdiri beranggotakan 40 orang dengan uang pangkal Rp25.000 hingga Rp1 juta.
"Tujuan kami mendirikan PT. Bank Perkreditan Rakyat Lumbung Pitih Nagari (BPR LPN) Sungai Rumbai ini adalah menerima simpanan uang dari masyarakat yang salah satunya dalam bentuk tabungan masyarakat desa (tamasa). Jadi jelaslah bahwa tabungan dapat dikatakan mempunyai peranan sangat penting sebagai sumber dana dalam melaksanakan pembangunan di daerah ini," ujarnya.
Pendirian LPN diperkuat izin Bupati Kabupaten Sawahlunto Sijunjung yang masih kabupaten induk dulunya dengan Keputusan No.10 tanggal 08 Agustus 1988. 

Kami juga mengembangkan dalam usaha kerakyatan diantaranya sektor pertanian dan perkebunan serta industri. Kemudian sesuai perkembangannya yang semakin meningkat pada tahun 1990 lalu, status LPN ditingkatkan menjadi BPR gaya lama dengan nama BPR LPN Sungai Rumbai sesuai surat izin operasional dari Menteri Keuangan No.Kep. 486/KM.13/1990 tanggal 13 Oktober 1990.
Dengan berubahnya status BPR menjadi Perseroan Terbatas ini, maka terjadi beberapa perubahan dimana sebelumnya hanya melayani anggotanya saja, telah tumbuh dan berkembang sebagaimana layaknya lembaga keuangan lain yang pelayanan usahanya mencakup usaha perbankan. Pada awalnya bermodalkan Rp1 juta, tapi sekarang mencapai sekitar Rp62 milyar dengan nasabah 36.000 orang lebih.
Kegiatan BPR meliputi menghimpun dana berupa simpanan tabungan, simpanan deposito, dan memberikan dana kredit modal kerja, dan kredit investasi dengan tujuan membantu masyarakat golongan ekonomi lemah untuk dapat mengembangkan usahanya.

Dalam pelaksanaannya Bank harus memperhatikan dua kepentingan, yakni kepentingan nasabah yang butuh modal usaha, dan kepentingan Bank akan keuntungan dari kredit yang diberikan kepada nasabah PT. BPR LPN Sungai Rumbai, ucap Parman.
Kami juga mengelola kelompok Pertanian dan Perkebunan atau Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam binaan PT. BPR LPN Sungai Rumbai yang memiliki 34.000 UKM. 

Apa yang belum diperbuat orang kami telah melakukannya. Contohnya, kami dengan kelompok petani sawit di bawah binaan PT.BPR LPN Sungai Rumbai. Kami membantu kelompok tani dengan membeli Tandan Buah Sawit (TBS) dengan harga paling bawah Rp1000. 

"Dengan ada Harga Dasar Tandan Buah Sawit (HDTBS) akan mengangkat ekonomi petani sawit yang berada di bawah binaan PT.BPR LPN Sungai Rumbai ini," pungkas Parman.